Bahasa Indonesia Lebih Unggul

Jakarta—Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah dinilai lebih unggul dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang konsisten. Struktur penulisannya sangat jelas dan logis.

Pendapat ini dikemukakan oleh psikolog sekaligus pemerhati pendidikan dari Belanda, Annie Makkink pada kunjungannya ke Kantor Kemdikbud, Jakarta, Senin (25/02/2013).

Annie mengatakan, banyak kata yang dibentuk dalam bahasa Indonesia berasal dari sebuah kata dasar, yang diberi awalan dan/atau akhiran. Jika seseorang telah mengenal beberapa kata dasar maka sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. “Penulisan dalam bahasa Indonesia mempunyai struktur yang sangat jelas. Setiap huruf mempunyai bunyi tersendiri. Apa yang ditulis itulah yang diucapkan,” kata lulusan jurusan psikologi dari Universitas Groningen Belanda ini.

Annie mencontohkan, penulisan huruf b u k u akan diucapkan seperti yang tertulis b/u k/u. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasanya tidak konsisten karena tidak ada hubungan murni antara huruf dan suara atau bunyi. “Karena itu, tidak mudah untuk mengucapkan apa yang tertulis,” katanya.

Continue reading

Potensi Pariwisata yang terbelenggu lambannya pembangunan (Dolok Tinggi Raja)

Gambar

 

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari sabtu tgl 23 Februari 2013 saya bertolak dari Fakultas Psikologi menuju objek wisata Dolok Tinggi Raja yang dimana banyak orang yang telah berkunjung kesana mengatakan bahwa disana ibarat Salju tapi Panas.Kami pun termotivasi untuk melihat salju panas seperti yang dikatakan orang banyak.

Tapi semangat kami seakan hilang setelah melihat hancurnya akses jalan menuju kesana.GambarGambar

Jalan yang dihiasi dengan lumpur membuat sepeda motor yang kami tunggangi kadang2 harus didorong untuk dapat melanjutkan perjalanan.bukan hanya jalan yang berlumpur yang harus dihadapi tapi juga jalan bebatuan yang kapan saja bisa membuat sepeda motor yang kami tunggangi rusak dan pecah ban.Namun perjalanan yang memakan waktu 8 Jam pulang pergi ini sempat membuat kami terheran karena sepi nya objek wisata yang saya kira sangat potensial .sesampai nya kami di dolok tinggi raja kami hanya menjumpai sebuah gubuk yg ternyata tempat parkir kendaraan dan tidak ada satu orang pun disana dan kami pun harus jalan kaki sepanjang 400 Meter untuk bisa melihat Salju Panas.Namun setelah kami mendengar suara gemericik suara air rasa lelah kami selama perjalanan pun seperti hilang,dan kami pun memperlebar langka untuk segera mencapai “salju panas”.Sesampainya disana mata kami sangat dimanjakan dengan pemandangan bukit yang seperti salju dan dialiri air blerang dan itu membuat kami takjub atas cipta Allah SWT.

beberapa foto di Dolok Tinggi Raja :GambarGambar