Hikmah Besar dari Seekor Nyamuk

 

 

 

nyamuk-650x256

 

Mahasuci Allah yang selalu memberikan hikmah kepada manusia dengan beragam mahluk ciptaanNya. Bahkan Allah tiada rasa malu sedikitpun menjadikan mahluk nyamuk yang dianggap remeh sebagai pelajaran bagi manusia. Di antaranya Allah mengajak manusia untuk mengambil pelajaran berharga dari nyamuk. FirmanNya:

“Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” (QS. al-Baqarah: 26).

Pada hewan seperti nyamuk sudah pasti terdapat tanda-tanda kebesaran Allah. Meski kecil akan tetapi pada nyamuk terdapat kelengkapan mahluk hidup yang menakjubkan dan tidak ada yang sanggup menciptakannya selain Allah. Dalam surat al-Hajj ayat 73 Allah SWT. juga menjadikan mahluk kecil lainnya, yaitu lalat sebagai perumpamaan. Untuk menunjukkan kekuasaan Allah sebagai sang Maha Pencipta yang tidak bisa ditandingi oleh manusia.

Selain itu pada nyamuk juga terdapat pelajaran lain yang ingin Allah berikan kepada kita. Imam ar-Rabi’ bin Anas berkata, “Ayat ini untuk mencontohkan dunia, sebab nyamuk itu tetap hidup selama ia lapar tetapi bila telah kekenyangan ia mati. Demikianlah bila seseorang telah kekenyangan dunia maka ia akan mati hatinya sehingga sukar untuk menerima nasihat dan tuntunan menuju akhirat.”

Perhatikanlah nyamuk di sekitar kita. Mereka gesit dan lincah terbang ke sana ke mari dan sulit ditepuk oleh kita. Akan tetapi tunggu saja, pada saat mereka sudah menghisap darah dengan kenyang gerakannya akan melamban. Dengan mudah kita membunuhnya.

Subhanallah! Perkataan Imam ar-Rabi bin Anas adalah benar. Sebagian orang seringkali menjadi lamban dalam beribadah dan beramal kebajikan manakala sudah memiliki harta dunia yang berlimpah. Tetapi saat dulu mereka diuji dengan kesusahan dan penderitaan betapa cepat dan seringnya mereka mendekat kepada Allah. Shalat lebih khusyu’, beramal sholeh lebih banyak dan sering.

Akan tetapi manakala dunia sudah berada dalam genggaman, tidak sedikit orang yang menjadi lupa diri dan mencari-cari alasan untuk mengurangi bahkan meninggalkan ketaatan pada Allah. Ada yang beralasan ‘bukankah mencari nafkah juga ibadah’ lalu ia meninggalkan ibadah fardhu kepada Allah.

Ada juga yang demikian takut kehilangan harta yang telah dimilikinya sehingga menjadi tamak dan bakhil. Enggan mengeluarkan harta pada urusan yang sebenarnya telah diwajibkan oleh Allah SWT. ada juga yang tidak lagi peduli cara halal atau haram untuk memperbanyak pundi-pundi kekayaannya, yang penting dunia ia dapatkan. Padahal semuanya kelak akan berujung pada penderitaan di dunia apalagi di akhirat.

Andai saja manusia mau belajar dari nyamuk sebagaimana Allah telah pesankan, niscaya manusia tidak akan berlomba-lomba mengejar dunia. Ia akan mengisi hidupnya dengan sabar dan syukur serta senantiasa menegakkan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla

 

 

 

Sumber : http://www.cintaquran.com

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s