Kondisi Psikologis Anak Kaitannya Dengan Praktek Bullying

Bullying merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris. Istilah Bullying belum banyak dikenal masyarakat, terlebih karena belum ada padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia. Bullying berasal dari kata bully yang artinya penggertak, orang yang mengganggu orang yang lemah.
Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, atau intimidasi .
Suatu hal yang alamiah bila memandang bullying sebagai suatu kejahatan, dikarenakan oleh unsur-unsur yang ada di dalam bullying itu sendiri. Rigby (2003:51) menguraikan unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian bullying yakni antara lain keinginan untuk menyakiti, tindakan negatif, ketidakseimbangan kekuatan, pengulangan atau repetisi, bukan sekedar penggunaan kekuatan, kesenangan yang dirasakan oleh pelaku dan rasa tertekan di pihak korban. Continue reading

10 Cara Sederhana Berbakti dan Memuliakan Orang Tua

Jaman sudah makin edan, kultur ketimuran semakin terkikis dan pendidikan agama sudah banyak dikesampingkan. Sekarang banyak ditemui anak yang hilang sopan santun hingga kurang ajar terhadap orang tuanya, tidak mempunyai sikap berbakti bahkan menelantarkan orang tua yang sudah lanjut usia. Berbuat baik kepada kedua orang tua hukumnya wajib, baik waktu kita masih kecil, remaja atau sudah menikah dan sudah mempunyai anak bahkan saat kita sudah mempunyai cucu. Ketika kedua orang tua kita masih muda atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada keduanya. Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan berbagai pengorbanan. Pengorbanan itu tak hanya dalam hal tenaga, waktu dan materi, bahkan demi anak nyawa pun rela dikorbankan.

Continue reading

Bahasa Indonesia Lebih Unggul

Jakarta—Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah dinilai lebih unggul dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang konsisten. Struktur penulisannya sangat jelas dan logis.

Pendapat ini dikemukakan oleh psikolog sekaligus pemerhati pendidikan dari Belanda, Annie Makkink pada kunjungannya ke Kantor Kemdikbud, Jakarta, Senin (25/02/2013).

Annie mengatakan, banyak kata yang dibentuk dalam bahasa Indonesia berasal dari sebuah kata dasar, yang diberi awalan dan/atau akhiran. Jika seseorang telah mengenal beberapa kata dasar maka sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. “Penulisan dalam bahasa Indonesia mempunyai struktur yang sangat jelas. Setiap huruf mempunyai bunyi tersendiri. Apa yang ditulis itulah yang diucapkan,” kata lulusan jurusan psikologi dari Universitas Groningen Belanda ini.

Annie mencontohkan, penulisan huruf b u k u akan diucapkan seperti yang tertulis b/u k/u. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasanya tidak konsisten karena tidak ada hubungan murni antara huruf dan suara atau bunyi. “Karena itu, tidak mudah untuk mengucapkan apa yang tertulis,” katanya.

Continue reading

Potensi Pariwisata yang terbelenggu lambannya pembangunan (Dolok Tinggi Raja)

Gambar

 

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari sabtu tgl 23 Februari 2013 saya bertolak dari Fakultas Psikologi menuju objek wisata Dolok Tinggi Raja yang dimana banyak orang yang telah berkunjung kesana mengatakan bahwa disana ibarat Salju tapi Panas.Kami pun termotivasi untuk melihat salju panas seperti yang dikatakan orang banyak.

Tapi semangat kami seakan hilang setelah melihat hancurnya akses jalan menuju kesana.GambarGambar

Jalan yang dihiasi dengan lumpur membuat sepeda motor yang kami tunggangi kadang2 harus didorong untuk dapat melanjutkan perjalanan.bukan hanya jalan yang berlumpur yang harus dihadapi tapi juga jalan bebatuan yang kapan saja bisa membuat sepeda motor yang kami tunggangi rusak dan pecah ban.Namun perjalanan yang memakan waktu 8 Jam pulang pergi ini sempat membuat kami terheran karena sepi nya objek wisata yang saya kira sangat potensial .sesampai nya kami di dolok tinggi raja kami hanya menjumpai sebuah gubuk yg ternyata tempat parkir kendaraan dan tidak ada satu orang pun disana dan kami pun harus jalan kaki sepanjang 400 Meter untuk bisa melihat Salju Panas.Namun setelah kami mendengar suara gemericik suara air rasa lelah kami selama perjalanan pun seperti hilang,dan kami pun memperlebar langka untuk segera mencapai “salju panas”.Sesampainya disana mata kami sangat dimanjakan dengan pemandangan bukit yang seperti salju dan dialiri air blerang dan itu membuat kami takjub atas cipta Allah SWT.

beberapa foto di Dolok Tinggi Raja :GambarGambar

Ibu itu adalah Pembohong!!!

Ibu itu adalah pembohong!!
Seorang ibu dlm hidupnya membuat kebohongan :

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, ibu tdk lapar.”

… 2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “ibu tdk suka daging, makanlah, nak..”

3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
“Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk..”

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang.”

5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tggl di sana.”

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, ibu tidak apa apa.” Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu. Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu….karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita.

Penduduk Langit

GambarBeberapa hari yang lalu saya nonton acara rutin saya setiap pagi yaitu “Khazanah”di salah satu tv swasta yang menceritakan tentang seorang pemuda yang luar biasa pada jaman Nabi Muhammad SAW.biar gak banyak basabasi langsung cerita aja kali ya?:D

Pada jaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pemuda yang bermata biru,berkulit merah,dagunya selalu menempel didada karena selalu melihat pada tempat sujudnya dan mulutnya tidak pernah berhenti berdzikir,mendoakan orang lain,dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an disetiap aktivitasnya.Dia seorang yang ahli membaca Al-Qur’an dan selalu menangis ketika berdoa.Dia hidup dengan kesederhanaan yang sangat luar biasa,pakaiannya hanya apa yang melekat ditubuhnya.tidak ada orang yang memperdulikannya dan dia sangat tidak terkenal dalam kalangan manusia.namun,dia sangat terkenal bagi penduduk langit.!

ketika hari kiamat datang dan ketika semua ibadah diperintahkan untuk masuk ke dalam surga.dia malah disuruh berhenti dan disuruh memberi syafa’atnya.Ternyata Allah memberikannya izin untuk memberikan syafa’at kepada qabilah Robi’ah dan qabilah Mudhor.

Siapakah pemuda itu?nama pemuda itu adalah ‘Uwais Bin Qarni’ siapalah pemuda ini dimata manusia?mungkin banyak dari kita yang baru mendengar nama ini.

Semasa hidupnya Uwais bin Qarni tak banyak dikenal oleh orang banyak,banyak orang yang mengolo-ngolok dan menyakiti hatinya dan banyak pula yang menuduh uwais sebagai seorang perayu dan pencuri serta berbagai umapatan dan cacian ditujukan kepada uwais.

Uwais telah lama menjadi yatim. Dia tidak mempunyai sanak saudara, kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh . Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa.

untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai pengembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup-cukup untuk memenuhi keperluan hariannya bersama ibunya. Apabila ada uang berlebih, Uwais menggunakannya untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan.

Kesibukannya sebagai pengembala dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan dalam beribadah. Dia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Uwais al-Qarni telah memeluk Islam ketika perintah Nabi Muhammad S.A.W tiba ke negeri Yaman. Perintah Rasulullah telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya menarik hati Uwais. Apabila seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, kerana selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran.

Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad S.A.W secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbaharui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.Alangkah sedihnya hati Uwais apabila melihat setiap tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah bertamu dan bertemu dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang dia sendiri belum berkesempatan.

Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih Allah. Namun apa daya, dia tidak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah. Lebih dia beratkan adalah ibunya yang sedang sakit dan perlu dirawat. Siapa yang akan merawat ibunya selama dia pergi nanti?

Diceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah S.A.W mendapat cedera dan giginya patah kerana dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini sampai ke pengetahuan Uwais.

Dia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada Rasulullah, sekalipun ia belum pernah melihatnya.

 

                                                -Bersambung-

 

Hikmah Besar dari Seekor Nyamuk

 

 

 

nyamuk-650x256

 

Mahasuci Allah yang selalu memberikan hikmah kepada manusia dengan beragam mahluk ciptaanNya. Bahkan Allah tiada rasa malu sedikitpun menjadikan mahluk nyamuk yang dianggap remeh sebagai pelajaran bagi manusia. Di antaranya Allah mengajak manusia untuk mengambil pelajaran berharga dari nyamuk. FirmanNya:

“Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” (QS. al-Baqarah: 26).

Pada hewan seperti nyamuk sudah pasti terdapat tanda-tanda kebesaran Allah. Meski kecil akan tetapi pada nyamuk terdapat kelengkapan mahluk hidup yang menakjubkan dan tidak ada yang sanggup menciptakannya selain Allah. Dalam surat al-Hajj ayat 73 Allah SWT. juga menjadikan mahluk kecil lainnya, yaitu lalat sebagai perumpamaan. Untuk menunjukkan kekuasaan Allah sebagai sang Maha Pencipta yang tidak bisa ditandingi oleh manusia.

Selain itu pada nyamuk juga terdapat pelajaran lain yang ingin Allah berikan kepada kita. Imam ar-Rabi’ bin Anas berkata, “Ayat ini untuk mencontohkan dunia, sebab nyamuk itu tetap hidup selama ia lapar tetapi bila telah kekenyangan ia mati. Demikianlah bila seseorang telah kekenyangan dunia maka ia akan mati hatinya sehingga sukar untuk menerima nasihat dan tuntunan menuju akhirat.”

Perhatikanlah nyamuk di sekitar kita. Mereka gesit dan lincah terbang ke sana ke mari dan sulit ditepuk oleh kita. Akan tetapi tunggu saja, pada saat mereka sudah menghisap darah dengan kenyang gerakannya akan melamban. Dengan mudah kita membunuhnya.

Subhanallah! Perkataan Imam ar-Rabi bin Anas adalah benar. Sebagian orang seringkali menjadi lamban dalam beribadah dan beramal kebajikan manakala sudah memiliki harta dunia yang berlimpah. Tetapi saat dulu mereka diuji dengan kesusahan dan penderitaan betapa cepat dan seringnya mereka mendekat kepada Allah. Shalat lebih khusyu’, beramal sholeh lebih banyak dan sering.

Akan tetapi manakala dunia sudah berada dalam genggaman, tidak sedikit orang yang menjadi lupa diri dan mencari-cari alasan untuk mengurangi bahkan meninggalkan ketaatan pada Allah. Ada yang beralasan ‘bukankah mencari nafkah juga ibadah’ lalu ia meninggalkan ibadah fardhu kepada Allah.

Ada juga yang demikian takut kehilangan harta yang telah dimilikinya sehingga menjadi tamak dan bakhil. Enggan mengeluarkan harta pada urusan yang sebenarnya telah diwajibkan oleh Allah SWT. ada juga yang tidak lagi peduli cara halal atau haram untuk memperbanyak pundi-pundi kekayaannya, yang penting dunia ia dapatkan. Padahal semuanya kelak akan berujung pada penderitaan di dunia apalagi di akhirat.

Andai saja manusia mau belajar dari nyamuk sebagaimana Allah telah pesankan, niscaya manusia tidak akan berlomba-lomba mengejar dunia. Ia akan mengisi hidupnya dengan sabar dan syukur serta senantiasa menegakkan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla

 

 

 

Sumber : http://www.cintaquran.com